Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa

Pancasila Sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa


A. Pengertian Pancasila sebagai pemersatu bangsa

Pancasila bukanlah ideologi yang timbul dari pemikiran satu dua orang saja, tapi suatu ideologi yang nilai-nilainya digali dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat pada zaman dahulu. Hal ini berarti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara nyata hidup dan berkembang pada masyarakat nusantara pada saat itu dan menjadi landasan untuk bersatu.

Persatuan merupakan cerminan dari kokohnya suatu negara yang berdaulat. Tanpa adanya persatuan maka suatu negara tidak akan berjalan semestinya dan akhirnya runtuh. Dikarenakan Indonesia adalah negara yang memiliki banyak perbedaan, baik itu etnis, budaya, bahasa dan lain sebagainya, maka Pancasila memiliki peranan yang sangat penting sebagai alat pemersatu bangsa. Dengan banyaknya perbedaan di Indonesia, maka Pancasila menjadi dasar persatuan Indonesia, sesuai yang terkandung dalam sila ketiga.

Jika dilihat dari uraian diatas, maka persatuan bangsa jauh lebih penting daripada kepentingan golongan.

B. Fungsi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa

Fungsi Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa memiliki turunan fungsi sebagai berikut:

1. Pancasila sebagai jiwa bangsa Indonesia

Artinya Pancasila sangat erat dengan seluruh kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila sudah melekat pada setiap detail aktivitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Pancasila sebagai kepribadian Bangsa Indonesia

Artinya bangsa Indonesia memiliki kepribadian yang khas dan berbeda dengan bangsa lain. Kepribadian inilah yang disebut dengan Pancasila.

3. Pancasila sebagai Pandangan hidup Bangsa Indonesia

Artinya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi petunjuk, penuntun, dan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

4. Pancasila sebagai perjanjian luhur rakyat Indonesia

Artinya Pancasila sudah disepakati dan disetujui oleh rakyat Indonesia melalui pelaku sejarah zaman dahulu.

5. Pancasila sebagai dasar negara

Artinya Pancasila merupakan sumber dari segala sumber dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

6. Pancasila sebagai tingkat teratas dalam kepentingan

Artinya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila jauh lebih penting daripada kepentingan perseorangan, atau golongan.

C. Implementasi Pancasila Sebagai alat pemersatu bangsa

Banyak konsep untuk mengimplementasikan Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Dalam konteks persatuan, berikut beberapa implementasi dari Pancasila:

1. Saling menghargai dan menghormati

Banyaknya perbedaan di Indonesia, jangan sampai membuat perpecahan. Tetapi buatlah persatuan dengan cara saling menghargai dan menghormati.

2. Gotong Royong

Gotong royong juga merupakan implementasi dari Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

3. Saling Tolong Menolong

Salah satu implementasi Pancasila sebagai pemersatu bangsa adalah adanya sikap saling tolong menolong antar masyarakat dalam hal apapun.

4. Pelajari Sejarah

Dengan mempelajari sejarah, maka akan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan. Hal ini sangat cocok bagi para pelajar di Indonesia.

D. Pentingnya Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Pancasila merupakan dasar negara, jiwa bangsa, patokan berbangsa dan bernegara, ideologi negara, serta alat pemersatu bangsa. Dalam sila ke-3 Pancasila menyebutkan “persatuan Indonesia” artinya, persatuan di Indonesia sangat penting. Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak sekali perbedaan. Dengan adanya Pancasila sebagai pemersatu bangsa, maka hal ini akan menjadi salah satu sebab bersatunya masyarakat di Indonesia. Maka makna dalam Pancasila harus kita implementasikan agar terwujudnya cita-cita yang sudah ditentukan.

E. Daftar Pustaka

  • Abdul, Ghofur, Demokratisasi dan Prospek Hukum Islam di Indonesia: StudiAtas
  • Pemikiran GusDur, Yogyakarta: Walisongo Pers dan Pustaka Pelajar, 2002
  • C.S.T Kansil. dkk, Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, Jakarta: PT. Rieka Cipta, 2011
  • M. Nur Hasan, Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Semarang: UnissulaPress,  2016.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url