Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Paragraf Campuran

Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Paragraf Campuran
Jenis-Jenis ParagrafKamu pasti sudah tidak asing dengan istilah paragraf. Benar, kan?

Di salam sebuah tulisan atau karangan biasanya terdapat bagian yang agak menjorok ke dalam. Bagian yang secara fisik sudah tampak dengan nyata karena adanya tanda menjorok itu disebut paragraf. Dengan kata lain, batas-batas paragraf ditandai indensi (dimulai pada huruf ke sekian dari margin kiri).

Nah, ternyata jenis paragraf itu tidak hanya satu lho, tetapi ada 3 jenis paragraf, yaitu paragraf eduktif, paragraf induktif, dan paragraf campuran.

Kali ini, saya akan membahas pengertian, ciri-ciri dan contoh dari paragraf campuran. Yuk simak lebih lanjut.


Pengertian Paragraf Deduktif-Induktif (Campuran)

Paragraf campuran atau paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang letak ide pokok atau kalimat topiknya berada di awal dan akhir paragraf. Meskipun ide pokok muncul dua kali, bukan berarti paragraf ini memiliki dua ide pokok dalam satu paragraf.

Ide pokok yang ada di awal dan di akhir merupakan kalimat gagasan yang diulang untuk mempertegas atau memperjelas informasi. Paragraf campuran merupakan perpaduan antara paragraf deduktif dan paragraf induktif.

Paragraf campuran dimulai dari pernyataan umum (deduktif), kemudian diperjelas dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat khusus, dan diakhiri pernyataan umum atau simpulan yang merupakan pengulangan ide pokok untuk mempertegas ide pokok di awal paragraf.

Biasanya ide pokok pada akhir paragraf dikemas agak berbeda dengan ide pokok pada awal paragraf. Paragraf campuran memiliki pola pengembangan kalimat umum-khusus-khusus-umum.

Ciri-ciri Paragraf Campuran

  1. Paragraf campuran merupakan perpaduan antara paragraf deduktif dan paragraf induktif.
  2. Paragraf campuran memiliki ide pokok atau kalimat topik di awal dan di akhir paragraf.
  3. Ide pokok atau gagasan utama di akhir pada kalimat campuran merupakan pengulangan ide pokok di awal untuk mempertegas atau memperjelas informasi.
  4. Paragraf campuran memiliki pola pengembangan kalimat umum-khusus-khusus-umum.
  5. Kalimat gagasan utama di awal memiliki pola umum (deduktif).
  6. Kalimat gagasan utama di akhir paragraf berupa simpulan untuk memperjelas informasi.

Contoh-contoh Paragraf Deduktif-Induktif (Campuran)

  1. “Belajar berlangsung seumur hidup. Anak- anak belajar berbicara sejak masih bayi. Pembelajaran itu dimulai di keluarga. Berikutnya mereka belajar melalui pendidikan formal di sekolah, mulai TK (taman kanak-kanak) sampai dengan Perguruan Tinggi. Jadi, belajar itu tidak mengenal usia”.
  2. “Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tingginya kolesterol merupakan faktor yang paling besar yang  menyebabkan seseorang terserang penyakit jantung koroner. Hampir 80% penderita jantung koroner di Eropa disebabkan kadar kolesterol dalam tubuh yang tinggi. Bahkan, di Amerika hampir 90% penderita jantung koroner disebabkan penderita makan makanan yang memiliki kadar kolesterol tinggi. Begitu juga di Asia, sebagian besar penderita jantung koroner disebabkan oleh pola makan yang banyak mengandung kolesterol. Dengan demikian, kolesterol merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner”.
  3. “Pemerintah menyadari bahwa rakyat Indonesia memerlukan rumah murah, sehat, dan kuat. Departemen sudah lama menyelidiki bahan rumah yang murah tetapi kuat. Agaknya bahan perlit yang diperoleh dari batu-batuan gunung berapi sangat menarik perhatian para ahli. Bahan ini tahan api dan tahan air. Lagipula bahan perlit dapat dicetak menurut keinginan seseorang. Usaha ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha membangun rumah murah, sehat, kuat untuk memenuhi keperluan rakyat. (Dalman,. 2013:98)”.
  4. “Mulai sekarang kita harus membiasakan hidup bersih. Kita buang sampah di tempatnya. Jangan sampai ada sampah yang tercecer di sembarang tempat. Sebab, selain mengesankan jorok dan menimbulkan bau busuk, sampah juga menjadi sarang penyakit. Berbagai bibit penyakit yang berkembang biak di dalam sampah itu mengancam kesehatan kita. Semakin banyaknya sampah di sekitar kita, semakin besar pula ancaman itu. Sebaliknya, semakin bersih lingkungan kita, semakin besar pula harapan  kita untuk hidup sehat. Karena itu, kita harus menjaga kebersihan lingkungan. (Wiyanto, 2004:63)”.

Kesimpulan

Paragraf campuran atau paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang letak ide pokok atau kalimat topiknya berada di awal dan akhir paragraf.

Paragraf campuran memiliki ciri-ciri yang membedakannya denga  paragraf deduktif maupun induktif.

Demikianlah artikel tentang paragraf campuran ini. Materi ini saya dapatkan dari pembelajaran di kelas saya. Semoga bermanfaat.

Sumber:
Lidwina, Soeisniwati. 2013. Penulisan Paragraf Dalam Karya Ilmiah Mahasiswa. Jurnal STIE Semarang, 5(1).
Munirah. 2015. Pengembangan Keterampilan Menulis Paragraf. Yogyakarta: Deepublish.
Suladi. 2014. Paragraf. Jakarta: Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Wiyanto, Asul. 2004. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grassindo.

Next Post Previous Post
1 Comments
  • Unknown
    Unknown 5 Desember 2021 22.00

    Terima kasih kak, sangat bermanfaat.

Add Comment
comment url