Pengaturan Ruang Kelas: Pengertian, Pengaturan Kondisi, Lingkungan Fisik, dan Pengaturan Tempat Duduk


Agar tercipta suasana belajar yang menggairahkan, perlu diperhatikan pengaturan dan penataan ruang kelas/belajar. Penyusunan dan pengaturan ruang kelas hendaknya memungkinkan anak duduk berkelompok dan memudahkan guru bergerak secara leluasa untuk membantu siswa dalam belajar.

Dalam pengaturan kelas perlu diperhatikan hal-hal berikut: ukuran dan bentuk kelas, bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa, jumlah siswa dalam kelas, jumlah siswa setiap kelompok, jumlah kelompok dalam kelas, komposisi siswa dalam kelompok (seperti siswa pandai dengan siswa kurang pandai, pria dan wanita). (Dajamarah, Syaiful Bahri, 1996:227)

Pengaturan Kondisi Ruangan Kelas

Kegiatan belajar mengajar mencakup segala jenis kegiatan dengan sengaja dilakukan, baik secara langsung maupun tidak, yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah digariskan. Adapun faktor-faktor yang harus dilkaukan dalam penyelenggaraan kelas, yaitu:

1. Ventilasi dan Tata Cahaya

  • Kondisi-kondisi yang perlu diperhatikan di dalam ruang kelas adalah:
  • Adanya ventilasi yang sesuai dengan ruangan kelas (jika tidak ada AC)
  • Sebaiknya tidak merokok.
  • Pengaturan cahaya yang perlu diperhatikan.
  • Masuknya cahaya dari arah kiri, jangan berlawanan dengan bagian depan.

2. Pemeliharaan Kebersihan dan Penataan Keindahan Ruang Kelas

  • Siswa bergiliran untuk membershikan kelas (piket kelas).
  • Guru memeriksa kebersihan dan ketertiban dikelas.
  • Memasang hiasan di dinding.
  • Mengatur tempat duduk siswa, lemari dan peralatan lainnya.
  • Merapikan meja guru dengan memakai taplak, vas bunga, dan dekorasi lainnya.

3. Perpustakaan Kelas

  • Sekolah yang maju mempunyai perpustakaan di setiap kelas.
  • Pengaturan bersama-sama dengan siswa.

4. Media pembelajaran

  • Media pembelajaran semestinya diletakkan di dalam kelas agar memudahkan penggunaannya.
  • Pengaturan bersama-sama dengan siswa.
  • Ukurannya disesuaikan.
  • Warnanya harus kontras.
  • Penempatannya harus memperhatikan estetika dan dapat dijangkau oleh siswa.
  • Ditempatkan dibagian depan sehingga dapat dilihat oleh semua siswa.
  • Difungsikan sebagaimana mestinya.

Pengaturan Lingkungan Fisik Kelas

Seorang guru seharusnya mampu menciptakan lingkungan kelas yang membantu perkembangan peserta didik dengan keterampilan mengajar yang akurat serta menciptakan kontribusi iklim kelas yang sehat.

Sebuah lingkungan kelas seharusnya mencerminkan kepribadian guru, perhatian dan penghargaan kepada siswa. Langkah-langkah praktis yang bisa ditempuh dalam pembentukan lingkungan fisik kelas adalah:
  1. Lingkungan fisik kelas harus bersih dan sehat, karena kebersihan kelas akan berpengaruh pada kesehatan siswa.
  2. Kelas adalah tempat siswa melakukan sebagian besar kegiatannya, sehingga berpengaru pada perkembangannya.
  3. Kelas hendaknya menjadi suatu tempat yang indah dan menyenangkan, sehingga dinding dihidupkan dengan hasil pekerjaan ssiwa. Karena benda di dalam kelas mampu menyampaikan pesan serta menjadi bulir vokal kegiatan belajar.
  4. Tanggung jawab tentang keadaan fisik kelas ditanggung bersama, sehingga siswa ikut aktif terlibat  membuat keputusan mengenai dekorasi dan lainnya.
  5. Pertimbangan tentang lingkungan fisik kelas meliputi: penataan, dekorasi, gambar, dan fenomena yang dinamis.
  6. Lingkungan fisik kelas harus mengandung unsur kesehatan yang meliputi: peredaran udara, pencahayaan dan jarak papan tulis dengan siswa. Karena terdapat hubungan yang erat antara lingkungan fisik kelas, iklim emosional dan moral seluruh siswa.

Pengaturan Tempat Duduk Siswa

Pada prinsipnya, kriteria tempat duduk yang memadai adalah tempat duduk yang bisa menunjang kegiatan belajar mengajar, yaitu aman dan nyaman untuk dipergunakan. Di antara aspek yang perlu diperhatikan mengenai tempat duduk di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Segi keamanan

Guru atau murid menempati tempat duduk dengan keadaan dan perasaan yang aman, sehingga tidak perlu khawatir akan jatuh atau celaka. Dengan demikian, mereka akan lebih berkonsentrasi terhadap kegiatan pembelajaran.

2. Segi kenyamanan

Kenyamana di sini bukan  berarti tempat duduk itu harus empuk (tetapi jika mampu tidak masalah), melainkan tempat duduk tersebut cuku enak digunakan, dilihat dari alas yang diduduki harus datar dan jangan sampai mriing, mempunyai sandaran, tidak terlalu ke depan atau ke belakang. Perbedaan tinggi antara tempat duduk dengan tempat menulis juga harus memadai.

3. Segi ukuran

Agar merasa aman dan nyaman, sebaiknya diperhatikan kondisi tempat duduk yang memenuhi beberapa hal, seperti tempat duduk guru lebih tinggi dari tempat duduk siswa, bentuk sederhana dan kokoh, tinggi meja kurang lebih setinggi pinggul siswa, tinggi kursi kurang lebih setinggi lutut siswa, dan lainnya.

Pada umumnya tempat duduk siswa diatur menurut tinggi pendeknya siswa, serta diatur secara berderet, namun pada situasi dan kondisi tertentu hal tersebut tidak berlaku.
Macam-macam pengaturan tempat duduk adalah:

1. Pengaturan tempat duduk tipe formal/berderet

Jenis pengaturan ini terkadang mengurangi kemampuan belajar siswa, karena membuat guruu mempunyai otoritas mutlak dan membuat siswa tergantung pada guru dan tidka terjadi komunikasi kelompok.

2. Pengaturan tempat duduk tipe berkelompok

Pada tipe tempat duduk ini, siswa lebih mudah berkomunikasi tanpa terbatas, sehingga terjadiinteraksi dan tolong menolong antar anggota. Tipe ini sekarang dipakai di kurikulum 2013.

3. Pengaturan tempat duduk tipe tapal kuda

Tipe tempat duudk tapal kuda menggambarkan otoritas guru dan memishkan guru dari semua kelompok, namun tetap memberikan pengawasan pada setiap anggota kelompok. Tipe ini mempermudah konsultasi dan komunikasi antara guru dan siswa, namun formasiini akan memakan banyak waktu ketika setiap anggota kelompok harus mempresentasikan tugas pada kelompok lain atau memerlukan adanya diskuasi antar anggota, karena harus menguba formasi tempat duduk.

4. Pengaturan duduk tipe bundar dan persegi

Tipe meja bundar dan persegi dapat digunakan untuk format pembelaajaran diskusi, pada tipe ini terdapat pemimpin kelompok, dan tipe ini sangat sesuai untuk pembelajaran yang memerlukan ingatan atau praktek langsung, seperti pada pembelajaran tari atau olahraga, sehingga siswa dapat leluasa melihat guru dan langsung bisa memraktekkan apa yang diajarkan oleh guru/pelatih.

Semua pengaturan tipe tempat duduk siswa tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dari yang saya ketahui, sekarang biasanya lebih menggunakan pengaturan tempat duduk tipe berkelompok, karena karakteristik kurikulum 2013 yang kooperatif.

Meski begitu, masih ada juga beberapa sekolah yang menggunakan tempat duduk dengan tipe formal atau berderet. Semua itu ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

Semoga artikel ini bermanfaat, jangan lupa untuk selalu berkunjung ke Galeri kuliahku, baik di Blog, Instagram, maupun Youtube, untuk mendapatkan informasi dan ilmu lainnya.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url