Kurikulum Pendidikan Agama dan Moral di SD

Penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD Berbasis Kurikulum 2013

Karakteristik Pembelajaran

Metode pendidikan islam yang dikehendaki oleh umat Islam pada hakikatnya adalah method of education through the teaching of islam (metode pendidikan melalui ajaran islam) atas semua bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan menurut ajaran islam (Uhbiyati, 1997).

Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar mata pelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkiran/penelitian (discovery/inquiry learning). Untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan karya kontekstual, baik individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan pendekatan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning).

Perencanaan

Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan RPP yang mengacu pada Standar Isi. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih (Permendikbud, 2016: 021).

RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai degnan bakar, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kalil pertemuan atau lebih (Permendikbud, 2016:021).

Dalam K-13, pengembangan silabus tidak dilakukan oleh guru tetapi sudah disiapkan oleh tim pengembang kurikulum, baik di tingkat pusat ataupun wilayah. Oleh karena itu, guru tinggal mengembangkan RPP berdasarkan buku panduan guru, buku panduan siswa dan buku sumber yang telah disiapkan (Mulyasa, 2017).

Jam Pelajaran pada Kurikulum 2013

Dalam kurikulum 2013 juga ada strategi pengembangan pendidikan, salah

satunya adalah penambahan jam pelajaran. Rasionalitas penambahan jam pelajaran dapat dijelaskan bahwa perubahan proses pembelajaran (dari siswa diberitahu menjadi mencari tahu) dan proses penilaian (dari berbasis output menjadi berbasis proses dan output) memerlukan tambahan jam pelajaran.

Dengan alokasi waktu per jam pelajaran sebagai berikut.

a. SD/MI = 35 menit

b. SMP/MTs = 40 menit

c. SMA/MA = 45 menit

d. SMK/MAK = 45 menit

Sedangkan banyak jam pelajaran perminggu yaitu:

a. SD Kelas 1 = 30 jam

b. SD Kelas 2 = 32 jam

c. SD Kelas 3 = 34 jam

d. SD Kelas 4, 5, 6 = 36 jam

e. SMP = 38 jam

f. SMA = 39 jam (Amri, 2013).

Jadi pada mata pelajaran PAI yang KTSP SD hanya 2x jam pelajaran per minggu, sekarang pada Kurikulum 2013 mata pelajaran PAI SD 3x jam pelajaran per minggu.

Pelaksanaan Pembelajaran

Pelaksnaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP meliputi pedahuluan, inti, dan penutup.

a. Pendahuluan: menyiapkan fisik dan psikis peserta didik, memotivasi, review materi sebelumnya, mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari, menyampaikan tujuan pembelajaran serta menyampaikan cakupan materi.

b. Kegiatan Inti: Kegiatan ini menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.

c. Penutup: Refleksi, umpan balik, tindak lanjut, dan menginformasikan kegiatan belajar selanjutnya (Yunus, 2014).

Mengenai komponen proses K-13, Mulyasa (2017) menambahkan penjelasan sebagai berikut.

a. Pendekatan ilmiah terdiri adari beberapa langkah, yaitu: mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.

b. Belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, melainkan juga di masyarakat dan lingkungan sekolah.

c. Guru bukan satu-satunya sumber belajar.

d. Sikap tidak diajarkan melalui verbal, tetapi melalui contoh dan teladan.

Evaluasi

Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian autentik (authentic assesment). Penilaian autentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. Penilaian autentik menilai kesiapan siswa, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen tersebut menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar siswa atau bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instuctional effect) dan dampak pengiring (nurturant effect) dari pembelajaran.

Teknik penilaian secara umum terbagi dalam dua bagian, yaitu tes dan non tes. Tes merupakan teknik penilaian yang hasilnya dapat dikategorikan menjadi benar dan salah, biasanya digunakan untuk menilai aspek kognitif dan psikomotor. Sedangkan teknik non tes umumnya dipakai dalam aspek afektif karena tidak dapat dikategorikan benar dan salahnya.

Teknik penilaian kompetensi sikap meliputi observasi, penilaian diri, penilaian antar peserta didik, dan jurnal. Teknik penilaian kompetensi pengetahuan menggunakan tes tertulis, tes lisan, dan penugasan berupa pekerjaan rumah (PR) atau proyek yang dikerjakan secara individu maupun kelompok. Sedangkan penilaian kompetensi keterampilan meliputi tes praktik, proyek, dan penilaian portofolio (Sani, 2014).

Instrumen penilaian hasil belajar adalah alat bantu bagi guru dalam menggunakan teknik pengumpulan data. Instrumen penilaian hasil belajar kognitif menggunakan pilihan ganda, jawaban singkat, dan tes uraian.

Instrumen untuk asil belajar psikomotor menggunakan daftar cek (check list) dan skala penilaian. Sedangkan hasil belajar afektif menggunakan observasi perilaku, pertanyaan langsung, laporan pribadi dan penilaian diri (self assesment). Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh guru untuk merencanakan program perbaikan (remidial), pengayaan, atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran sesuai dengan Standar Penialain Pendidikan.

Model Pembelajaran

Berdasarkan Permendikbud nomor 65 tentang standar proses, model pembelajaran yang yang diutamakan dalam implementasi kurikulum 2013 adalah sebagai berikut.

a. Model Inquiry Learning

Model pembelajaran Inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis dan logis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri temuannya.

b. Model Discovery Learning

Metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya itu tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri.

c. Model Based Learning

Metode pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan. 

d. Model Project Based Learning

Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk melakukan suatu investigasi yang mendalam terhadap suatu topik.

Kendala Dalam Implementasi Kurikulum Agama dan Moral di SD

Kendala dalam Penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di SD Dalam mengimplementasikan kurikulum PAI di SD, tidak sepenuhnya mengalami kelancaran. Hal ini dapat dilihat terjadinya kemerosotan moral dan karakter pada generasi muda saat ini. Guru PAI diaanggap sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap moral peserta didik di sekolah. Hal ini lumrah dan biasa tentunya, mengingat isi materi PAI yang kaya akan nilai-nilai luhur yang sempurna dan baik (Hidayat, 2020).

Dalam sebuah penelitian di MI Faradisal Jannah Baureno, terdapat kendala sebagai berikut.

1. Masih banyaknya guru yang menggunakan metode konvensional yaitu dengan metode ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran. Meski begitu, guru juga mengembangkannya dengan memberi variasi tanya jawab, quiz dan lain sebagainya. Hal tersebut, agar tidak menjadikan pembelajaran monoton yang akhirnya dapat berpengaruh terhadap minat belajar peserta didik. 

Disamping itu juga terdapat permasalahan dalam proses belajar seperti terdapat peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus dalam kegiatan pembelajaran, peserta didik yang tidak mau mengikuti pembelajaran di dalam kelas dan cenderung bermain diluar kelas, peserta didik yang secara menangkapan materi masih lemah, sehingga hal tersebut berpengaruh dalam kegiatan pembelajaran yang mana akan berdampak pada kemampuan peserta didik (Fathurahman & Azizah, N., 2022:128-129).

2. Kendala lainnya yang sering dihadapi dalam implementasi kurikulum PAI di SD adalah adanya guru yang kurang kompeten. Guru merupakan sumber daya manusia bagi sebuah lembaga pendidikan. 

Di beberapa SD yang memang menekankan program keagaaman yang lebih seperti tahfidz, membutuhkan guru PAI yang bisa mengajar di kelas dan juga mampu membaca, menulis, serta menghafal Al-Qur’an dengan baik terutama hafal minimal juz 29 dan juz 30 sehingga perlu melakukan rekrutmen guru dengan seksama. Selain itu, di beberapa sekolah terutama swasta, kendala pada biaya operasional menjadi hambatan pada implementasi kurikulum PAI di SD. 

Dalam menjalankan kegiatan pendidikan, biasanya sekolah atau organisasi pendidikan sangat tergantung kepada tiga jenis sumber pemasukan keuangan, yaitu: pemilik organisasi, masyarakat pengguna, dan pihak ketiga. Untuk sekolah swasta pemilik organisasi adalah yayasan, masyarakat pengguna adalah orang tua/wali yang tergabung dalam Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3), sedangkan pihak ketiga adalah donatur atau para sponsor (Mulyasa, 2004:164). Jika salah satu atau seluruh sumber pemasukan keuangan tersebut berhenti menyalurkan dana, maka biasanya sekolah akan mengalami gangguan kegiatan  operasional pendidikan

sumber: berbagai sumber di jurnal
Temukan tips dan trik ms.office disini 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url