Permasalahan Pembelajaran Abad 21: Masalah, Faktor dan Solusi

 Permasalahan Pembelajaran pada Abad 21 

Ada beberapa masalah terkait pembelajaran abad 21 ini sebagai berikut:

1. Analisis Permasalahan Pendidik IPA Dalam Proses Penilaian Pembelajaran.

Model kooperatif dengan karakteristik kerja kelompok dalam kegiatannya menyelesaikan masalah, sehingga diyakini dapat melatih keterampilan kolaborasi peserta didik. Demikian juga dalam pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran berbasis inkuiri, peserta didik diajak secara berkelompok dalam memecahkan masalah, merancang suatu proyek, dan melakukan penyelidikan, sehingga keterampilan kolaborasi dapat dilatih dan dikembangkan pada peserta didik. 

Permasalahan yang dihadapi guru dalam proses penilaian pembelajarannya yakni:

a. Kesulitan dalam mengembangkan rubrik penilaian yang sesuai dengan model pembelajaran inovatif Abad 21 khususnya penilaian sikap dan keterampilan peserta didik;

b. Kurangnya pemahaman dalam merancang penilaian nontes, misalnya penilaian untuk mengukur berbagai keterampilan peserta didik; dan

c. Kesulitan dalam mengimplementasikan penilaian proses dalam pembelajaran khususnya dalam mengelola waktu penilaiannya. Pada dasarnya guru sudah menerapkan pembelajaran yang inovatif dengan model-model yang sesuai tuntutan kurikulum 2013 meskipun dalam proses penilaiannya masih terdapat kesenjangan antara teori dan prakteknya di lapangan

2. Permasalahan yang ada dalam pembelajaran yaitu kurangnya minat belajar siswa 

Pembelajaran yang menggunakan metode ceramah/konvensional. Model pembelajaran yang sering digunakan yaitu kelompok tetapi dalam pelaksanaannya belum maksimal. Media yang digunakan media gambar yang di pajang di dalam kelas. Jika media belajar mudah diperoleh siswa maka siswa yang membawa tetapi jika dirasa sulit maka guru yang membuat. Siswa kurang memperhatikan guru dalam proses pembelajaran.

3. Sarana perasarana yang kurang memadai

masih ditemukan sekolah yang masih kurang memadai sehingga membuat sekolah tersebut jauh tertinggal dengan sekolah lain. Sebagai salah satu contoh, sekolah yang ada di kota biasanya jauh lebih lengkap sarana dan prasarananya dibandingkan dengan sekolah yang ada di daerah utamanya di tempat yang terpencil. Selain itu, terjadinya penumpukan guru pada daerah yang maju atau perkotaan sehingga persebaran guru tidak merata di setiap daerah. Kondisi tersebut semakin mempertajam terjadinya kesenjangan dalam dunia pendidikan. Hal ini perlu diperhatikan oleh pemerintah dengan serius apabila pendidikan kita ingin merata dan maju ke depan.

4. Rendahnya mutu Pendidikan

Permasalahan lain yang dihadapi dalam pembelajaran abad-21 adalah rendahnya mutu pendidikan. Rendahnya kualitas tenaga pengajar yang dibuktikan dengan hasil uji kompetensi guru di bawah standar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan sistem pendidikan kita. Selain itu, ada kesan yang muncul, bahwa lembaga pendidikan yang beri tugas untuk mengelola masalah pendidikan tidak memikirkan nasib para lulusannya sehingga kualitas menjadi terabaikan dan kuantitas yang dipentingkan. Padahal idealnya kualitas dulu baru kuantitas. Dengan kualitas tenaga pengajar yang rendah secara sistematis akan berdampak pada lemahnya daya saing lulusan.

5. Model Pembelajaran yang Monoton

Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan kepada guru kelas III SDN Buluh 3 Socah dperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran guru masih menerapkan pembelajaran konvensional. Guru menjelaskan materi pelajaran kemudian memberikan penugasan soal yang ada dalam buku tema. Siswa pasif dalam pembelajaran. Hanya beberapa siswa yang memperhatikan guru dalam proses pembelajaran, terdapat juga siswa yang suka asyik main sendiri dan ada beberapa anak yang mengantuk pada saat proses pembelajaran.

6. Ketuntasan Belajar Siswa Masih Rendah

Selain itu guru juga kesulitan dalam mengondisikan siswa dalam pembelajaran karena jumlah siswa yang sangat banyak yaitu 30 siswa dan hasil belajar (kognitif) siswa kurang dari nilai KKM. Hasil belajar siswa pada muatan pelajaran IPA persentase ketuntasannya 17% yaitu hanya ada 5 siswa dari 30 siswa yang lulus di atas KKM. Hal ini menunjukkan hasil belajar siswa rendah dan tujuan pembelajaran belum terlaksana dengan baik.

Faktor Penyebab Terjadinya Permasalahan Pembelajaran Abad-21

Permasalahan pembelajaran abad 21 dapat disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor insternal dan faktor eksternal. 

Faktor internal yang menyebabkan terjadinya permasalahan pembelajaran abad-21 adalah:

1. Kurangnya Motivasi Guru dan Siswa

  Motivasi bagi guru dan siswa merupakan hal yang penting. Hal ini dikarenakan motivasi dapat menjadi pendorong suatu tindakan seseorang. Bahkan dalam prinsip belajar pun, motivasi ini sangat diperlukan. Kurangnya motivasi yang dimiliki oleh guru dan siswa akan menyebabkan

pembelajaran yang dilakukan tidak memiliki antusiasme, sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

2. Beberapa Guru Sering Mendelegasikan Tugasnya Kepada Junior

Mendelegasikan tugas kepada orang yang dipercaya sebenarnya hal yang lumrah saja dalam dunia pekerjaan atau organisasi. Namun, pada beberapa sekolah dasar masih ditemukan guru-guru yang sudah senior sering memberikan tugasnya kepada junior (atau yang lebih mampu) agar

mengerjakan tugasnya, tanpa ia mempelajari tugasnya tersebut. Hal ini menyebabkan rendahnya profesionalitas guru, sehingga mutu pendidikan pun semakin rendah. Seharusnya guru mempelajari materi atau tugasnya dan mampu mengikuti perkembangan zaman yang ada, sehingga menjadi guru yang adaptif di situasi dan kondisi apapun.

3. Kurangnya Kreativitas dan Inovasi Guru

Menggunakan metode konvensional bukanlah sebuah kesalahan, namun ada baiknya gunakanlah metode pembelajaran yang dianjurkan pada kurikulum saat ini. Penggunaan metode pembelajaran merupakan hal yang sangat penting karena menentukan motivasi dan hasil belajar siswa. Seorang guru dituntut untuk memiliki kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa dan dapat merangsang kreativitas siswa juga.

Faktor eksternal yang menyebabkan permasalahan pembelajaran abad 21 adalah sebagai berikut:

1. Kurangnya Sarana Prasarana

Kurangnya sarana prasarana yang dimiliki oleh setiap sekolah menjadi salah satu penyebab terjadinya permasalahan pembelajaran abad 21. Pemerataan sarana prasarana di Indonesia masih kurang, apalagi di daerah-daerah terpencil yang kurang terjangkau oleh pemerintah.

2. Aksesibilitas

Pembelajaran abad 21 menekankan pada penggunaan media digital yang membutuhkan akses internet. Selain itu, akses jalan di daerah-daerah terpencil juga sangat dibutuhkan untuk kegiatan sekolah mereka. Oleh karena itu, aksesibilitas menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan pembelajaran abad 21. Pemerataan jaringan internet masih menjadi kendala di Indonesia. Selain itu, akses jalan di beberapa daerah terpencil masih juga menjadi kendala pendidikan di Indonesia.

Solusi Permasalahan Pembelajaran Abad-21

1. Setiap lembaga pendidikan/sekolah menerapkan pembiasaan literasi digital (Digital-age Literasi) dalam pembelajaran di kelas/sekolah guna membangun karakter peserta didik.

2. Memiliki pemahaman terhadap dimensi-dimensi literal digital tersebut serta dapat mengembangkan materi dan metode pembelajaran literasi digital di sekolah dan luar sekolah, dalam rangka menghadapi era pendidikan abad 21 (Revolusi industri 4.0). Agar tidak tergerus dengan arus perkembangan teknologi serta dapat bersaing ditingkat internasional.

3. Keterampilan abad ke-21 dapat menumbuhkan dan meningkatkan kerjasama dalam suatu kelompok untuk menyelesaikan masalah tertentu, meningkatkan rasa toleransinya terhadap perbedaan pendapat teman, berusaha untuk berpikir kritis dan kreatif untuk memecahkan permasalahan tentang mengkaitkan sesuatu

4. Dalam computational thinking siswa diarahkan untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, komunikatif serta keterampilan untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah. Tidak hanya itu, computational thinking juga mengasah pengetahuan logis, matematis, mekanis yang dikombinasikan dengan pengetahuan modern mengenai teknologi, digitalisasi, maupun komputerisasi dan bahkan membentuk karakter percaya diri, berpikiran terbuka, toleran serta peka terhadap lingkungan.

5. Memberikan bekal kemampuan pemikiran komputasi yang diyakini banyak menumbuhkan keterampilan dan sikap yang sangat mendukung kesiapan siswa dalam menghadapi era digital dengan permasalahan yang juga semakin kompleks. 

Tips & Tutorial seputar ms.office disini

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url