Tindakan Sosial dan Interaksi Sosial


Tindakan sosial dengan berbagai alasan, bentuk dan jenis, maka antar individu akan saling berhubungan satu sama lain. Selanjutnya, dari tindakan sosial akan menjadi interaksi sosial.

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan antar kelompok. Hubungan timbal balik ini akan berlangsung terlepas dari apakah hubungan itu baik atau buruk, dengan kawan atau lawan, langsung atau tidak langsung. Interaksi sosial dapat berlangsung walaupun hanya berupa simbol-simbol atau melalui alat-alat komunikasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu berhubungan satu sama lain, mulai dari bangun pagi hingga tidur malam. Hubungan antara manusia sebagai makhluk sosial dapat ditandai dengan tindakan atau perilakunya untuk berinteraksi. Tindakan tersebut dapat mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku individu lain, atau sebaliknya. Tindakan ini disebut interaksi sosial. Melalui interaksi sosial menyebabkan aktivitas kehidupan seseorang menjadi lebih bervariasi dan kompleks.

Interaksi sosial merupakan syarat utama terjadinya berbagai bentuk aktivitas sosial yang menunjukkan adanya hubungan sosial yang dinamis. Interaksi sosial berhubungan erat dengan status, peran dan kelas sosial karena dapat memberi bentuk dan pola pada interaksi sosial.

Pengertian Tindakan Sosial

Tindakan sosial merupakan suatu konsep dan peristiwa. Sebagai konsep, tindakan atau aksi (action) memiliki arti perbuatan atau sesuatu yang dilakukan. Secara sosiologis, tindakan artinya seluruh perbuatan manusia yang dilakukan secara disadari atau tidak disadari, sengaja atau tidak disengaja yang mempunyai makna subyektif bagi pelakunya. Sedangkan sebagai suatu peristiwa, tindakan atau aksi suatu kejadian yang menunjukkan perbuatan manusia terhadap objek lain.

Menurut Weber (1864-1920), seorang ahli sosiologi berkebangsaan Jerman, mengemukakan bahwa tindakan sosial dimulai dari tindakan individu atau perilaku yang bersifat individual dengan perilaku orang lain. Tindakan sosial tersebut diorientasikan untuk mendapatkan respons dari pihak yang dikenai tindakan. Dengan demikian, tindakan sosial memiliki makna subyektif bagi pelakunya.

Setiap tindakan yang dilakukan seseorang terhadap orang lain akan memiliki maksud atau makna tertentu. Dengan kata lain, tindakan sosial merupakan tindakan individu yang memiliki arti subyektif bagi dirinya yang diarahkan pada tindakan orang lain.

Karena itu, tidak semua perbuatan atau kelakukan manusia dapat dikategorikan sebagai tindakan sosial. Suatu perbuatan disebut tindakan sosial apabila perbuatan tersebut dapat menimbulkan respon dari orang lain. Perbuatan yang dilakukannya mempertimbangkan perilaku orang lain dan berorientasi pada perilaku orang lain.

Perhatikan ilustrasi berikut:

  1. Pa Mamat sedang duduk sendirian di pinggir sungai, tangannya meraih batu kemudian melemparkannya ke sungai. Pa Wahyu berjalan sambil menendang-nendang batu kecil. Tindakan Pa Mamat dan Pa Wahyu tersebut tidak termasuk ke dalam kategori tindakan sosial. Karena tindakannya diarahkan pada benda mati, sehingga dari benda tersebut tidak akan menimbulkan reaksi terhadap dirinya.
  2. Ketika Pa Mamat melempar batu ke sungai, kemudian airnya mengenai orang lain, atau batu yang ditendang Pa Wahyu mengenai orang lain. Tindakan Pa Mamat dan Pa Wahyu tersebut mendapatkan respons dari orang lain. Artinya, tindakan terhadap benda mati tersebut dapat disebut sebagai tindakan sosial apabila dari tindakannya tersebut menimbulkan reaksi dari orang lain.
  3. Pa Mamat tersenyum kepada seorang perempuan yang lewat dihadapannya, tetapi perempuan tersebut tidak membalasnya. Artinya, tindakan Pa Mamat termasuk tindakan sosial tetapi mendapatkan respons yang tidak sesuai dengan harapannya.
  4. Pa wahyu mengedipkan matanya ketika berpapasan dengan Pa Mamat, padahal Pa Wahyu sedang kelilipan. Artinya, tindakan Pa Wahyu tidak disengaja tetapi mendapatkan respon dari orang lain.
  5. Berdasarkan ilustrasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa tindakan sosial adalah tindakan yang memengaruhi/dipengaruhi orang lain.

Jenis-jenis Tindakan Sosial

1. Tindakan Rasional

Tipe rasionalitas instrumental merupakan tindakan sosial murni, dimana tindakan tersebut dilakukan dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai (bersifat rasional).

Tindakan seseorang tidak hanya menilai cara yang terbaik untuk mencapai tujuannya, tetapi juga menentukan nilai dari tujuan yang akan dicapainya. Tujuan dari tindakan ini tidak bersifat mutlak, melainkan seseorang dapat memilih tujuan berikutnya.

Contohnya, seorang siswa laki-laki belajar dengan tekun untuk mendapatkan hasil terbaik di kelasnya, siswa tersebut juga ingin memperoleh perhatian dari siswa wanita yang diincarnya. Dengan demikian, terdapat dua alasan melakukan belajar yaitu untuk mencapai nilai yang baik dan ingin mendapat perhatian.

2. Tindakan Berorientasi Nilai

Tindakan ini dilakukan tidak hanya memperhitungkan manfaat bagi dirinya sendiri, melainkan juga mempertimbangkan penilaian dari masyarakat. Tujuan pribadi dari tindakan tersebut tidak terlalu dipertimbangkan yang penting tindakan tersebut baik dan benar menurut penilaian masyarakat. Dengan kata lain, pada tipe ini seseorang tidak dapat memilih atau menilai bahwa cara yang dipilihnya itu adalah cara yang terbaik, melainkan sesuai dengan nilai sosial.

Contohnya, Budi menolong teman yang sedang kesusahan, tujuan menolong jelas bukan untuk budi. Tolong-menolong merupakan nilai yang baik dalam masyarakat.

3. Tindakan Afektif

Tindakan sosial ini terjadi karena dorongan dari perasaan atau emosi. Seperti; marah, sedih, cinta, empati, simpati, kasihan, bahagia, dan sebagainya. Perlu digarisbawahi bahwa aspek emosional yang muncul merupakan reaksi spontan atas apa yang dialaminya. Di sini jelas perbedaannya, apabila rasional melibatkan pertimbangan mendalam, emosional cenderung lebih spontan.

Contohnya:

  • Seorang siswa yang menangis karena dihukum guru saat mencontek ulangan teman. Tindakan siswa berupa menangis dilakukan spontan begitu saja ketika dihukum oleh gurunya. Menangis dalam contoh ini merupakan bentuk tindakan afektif.
  • Seorang siswa berteriak sambil melompat-lompat dengan tangan ke atas saat diketahui dirinya lulus masuk perguruan tinggi negeri. Tindakannya tersebut merupakan luapan emosi kegembiraan.

4. Tindakan Tradisional

Tindakan tradisional didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu di masa lalu atau yang dilakukan oleh orang-orang terdahulu, tanpa perhitungan secara ekonomis, dan sering kali tidak rasional.

Contohnya, seorang pedagang untuk menjaga uang hasil dagangannya disimpan bersama-sama dengan bawang putih, bawang merah, kemenyan, dan cermin dengan maksud agar uangnya tidak diambil mahluk halus (tuyul).

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Ahli

1. Soerjono Soekanto

Interaksi sosial menurut Soekanto merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis, yang meliputi hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara perorangan dengan kelompok manusia.

2. Nasdian

Interaksi sosial adalah sebuah intensitas sistem sosial yang mengatur bagaimana orang berperilaku dan berinteraksi satu dengan yang lain. Interaksi sosial adalah dasar untuk menciptakan hubungan sosial berpola yang disebut struktur sosial. Interaksi sosial juga dapat dilihat sebagai proses sosial dimana mengorientasikan dirinya kepada orang lain dan bertindak sebagai tanggapan terhadap apa yang orang lain katakan dan lakukan.

3. Setiadi & Kolip

Interaksi sosial adalah hubungan yang melibatkan individu, antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, maupun antara individu dan kelompok.

4. Bonner

Interaksi sosial adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih, sehingga perilaku seseorang dapat mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki perilaku orang lain, dan sebaliknya.

5. Kimball Young dan Raymond W. Mack

Interaksi sosial adalah kunci dari semua bentuk kehidupan sosial, oleh karena itu Jika tidak ada interaksi sosial, tidak akan ada kehidupan bersama.

Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Interaksi sosial akan berlangsung di dalam setiap kelompok individu, manakala ada komunikasi antar individu tersebut. Interaksi adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya timbal balik atau adanya aksi dan reaksi. Sedangkan sosial adalah kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik antar individu dalam tatanan hidup bermasyarakat.

Proses berlangsungnya interaksi sosial didasarkan pada berbagai faktor yang ada di individu. Ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi sosial, yaitu: imitasi, sugesti, identifikasi, dan simpati.

1. Imitasi (imitation)

Imitasi berarti meniru perilaku dan tindakan orang lain. Sebagai sebuah proses, imitasi dapat menjadi positif jika yang ditiru adalah perilaku individu yang baik sesuai dengan nilai dan norma masyarakat. Namun, imitasi juga bisa berarti negatif jika sosok individu yang ditiru adalah perilaku yang tidak baik atau menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Contohnya, seorang pemuda meniru penampilan artis di televisi, seperti rambut gondrong (panjang), memakai anting, memakai gelang dan kalung secara berlebihan. Proses imitasi tersebut dapat mengundang reaksi dari masyarakat yang menilai penampilannya yang tidak sopan.

2. Sugesti (suggestion)

Sugesti adalah suatu proses dimana seorang individu menerima suatu pandangan, ide atau tingkah laku dari orang lain tanpa melalui proses berpikir kritis terlebih dahulu. Akibatnya, pihak yang terpengaruh akan tergerak untuk mengikuti pandangan, ide, atau perilaku tersebut dan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang.

Contohnya:

  • Seorang siswa bolos sekolah, karena diajak teman untuk menjenguk orang tuanya yang sakit. Tanpa pikir panjang ajakan tersebut diterima dan dilaksanakannya
  • Seorang ibu mengikuti perintah orang lain tanpa sadar karena dia berada di bawah hipnosis.
  • Sugesti biasanya dilakukan dari orang-orang yang berwibawa dan berpengaruh besar di lingkungan sosialnya. Namun, sugesti bisa juga datang dari kelompok besar (mayoritas) ke kelompok kecil (minoritas), atau orang dewasa ke anak-anak. Cepat atau lambat proses sugesti dipengaruhi oleh faktor: usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan kondisi fisik seseorang.
  • Seorang kakak laki-laki akan lebih mudah mendorong adiknya untuk rajin belajar agar menjadi anak yang cerdas, daripada sebaliknya.

3. Identifikasi (identification)

Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Identifikasi merupakan bentuk lanjutan dari proses imitasi dan proses sugesti, dimana kedua proses tersebut memiliki pengaruh yang sangat kuat. Orang yang menjadi sasaran identifikasi disebut idola.

Contohnya:

  • Seorang remaja mengidentifikasi dengan penyanyi terkenal yang telah dikagumi sejak lama. Kemudian, ia akan berusaha mengubah penampilannya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari gaya rambut, pakaian, gaya berbicara, bahkan hingga makanan favoritnya.
  • Seorang anak perempuan memiliki kecenderungan untuk mengidolakan ibu atau kakak perempuannya, sehingga akan terjadi proses identifikasi untuk menjadi seperti ibu atau kakaknya. Sikap, perilaku, keyakinan, dan gaya hidup yang menjadi idola akan melembagakan bahkan menjiwai pelaku identifikasi, sehingga sangat mempengaruhi pembentukan dan perkembangan kepribadiannya.

4. Simpati (sympathy)

Simpati merupakan faktor yang sangat penting dalam proses interaksi sosial, karena sangat menentukan proses sosial selanjutnya. Simpati adalah proses dimana seseorang merasa tertarik pada orang lain. Merasa tertarik atau tertarik dengan keinginan untuk memahami orang lain, mungkin memahami perasaan atau pikirannya, sehingga timbul keinginan untuk bekerja sama dengan mereka. Simpati didasarkan pada penilaian perasaan (emosional) terhadap orang lain dan pertanyaan tentang pemikiran logis.

Contohnya:

  • Kita turut sedih dan menyampaikan bela sungkawa kepada teman kita yang tertimpa musibah tanpa mempedulikan penyebab musibah tersebut.
  • Mengucapkan selamat dan turut bergembira kepada orang yang sedang ulang tahun, pada hal ulang tahun merupakan perbuatan hura- hura.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url