Kurikulum Merdeka


Kurikulum Merdeka – Kurikulum merupakan segala proses pembelajaran yang dilakukan baik didalam maupun diluar sekolah yang dilakukan oleh peserta didik dan berada dibawah tanggung jawab pendidik atau guru maupun pihak sekolah.

Kurikulum merdeka belajar menurut pendapat Manalu dkk (2022), yaitu salah satu dari suatu konsep kurikulum dimana pada kurikulum merdeka belajar ini lebih menuntut peserta didiknya untuk lebih mandiri.

Maksudnya adalah peserta didik akan lebih dibebaskan dalam mengakses ilmu yang akan didapatkannya baik pada pendidikan formal maupun pendidikan non formal.

Sehingga, dalam kurikulum merdeka belajar ini tidak memberikan batasan mengenai konsep pembelajaran yang dilaksanakan oleh sekolah maupun luar sekolah. selain itu, pada kurikulum merdeka belajar ini guru dan juga peserta didik dituntut untuk lebih kreatif.

Kurikulum merdeka menurut pendapat Faiz dkk (2022) merupakan kurikulum yang menjadi pilihan yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka menentukan kebijakan kurikulum untuk tahun yang akan datang, yaitu tahun 2024.

Kurikulum merdeka belajar ini juga menjadi pilihan yang dapat dilaksanakan dan diterapkan di satuan pendidikan dimulai pada tahun ajaran 2022/2023. Kurikulum merdeka juga meneruskan arah pengembangan dari kurikulum yang telah ada dan dilaksanakan sebelumnya.

Menurut Sadewa (2022) mengatakan bahwa kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang ditawarkan oleh Kemdikbud Ristek. Dimana kurikulum ini adalah kurikulum yang diciptakan dengan tujuan untuk menyembuhkan serta memperbaiki kegiatan pembelajaran yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Kurikulum ini juga hasil evaluasi dari pelaksanaan kurikulum sebelumnya (kurikulum 2013).

Kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi yang dibuat dalam rangka untuk memulihkan pembelajaran akibat dari adanya pandemi (Astuti dkk, 2022).

Menurut Suryadien dkk (2022) kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi yang membantu serta mendukung pemulihan pembelajaran, dimana kurikulum ini mengimplementasikan pembelajaran dengan berbasis proyek atau project based learning untuk mendukung karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar pancasila.

Kurikulum merdeka belajar menjadi pilihan terakhir bagi satuan pendidikan yang dinilai dapat memulihkan pembelajaran pasca pandemi.

Kurikulum merdeka dilaksanakan serta diterapkan dalam suatu program yang dinamakan sekolah penggerak. Dimana, sekolah penggerak ini merujuk pada profil peserta didik pancasila yang dapat memperkokoh kompetensi dan karakter peserta didik yang menjadi bagian penting dalam proses implementasi pembelajaran.

Referensi

  • Astuti, T., Saputra, D., & Soleh, M. (2022). Social Learning dalam Pembelajaran Pada Era New Normal. Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 9(1), 106-115.
  • Faiz, A., Parhan, M., & Ananda, R. (2022). Paradigma Baru Dalam Kurikulum Prototipe. Edukatif:Jurnal Ilmpu Pendidikan, 4(1), 1544-1550.
  • Manalu, J., Sitohang, P., & Henrika, N. (2022). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Belajar. Prosiding Pendidikan Dasar, 1(1), 80-86.
  • Sadewa, M. (2022). Meninjau Kurikulum Prototipe Melalui Pendekatan Integrasi-Interkoneksi Prof. M Amin Abdullah. Jurnal Pendiidkan dan Konseling, 4(1), 266-280.
  • Safitri, A., Wulandari, D., & Herlambang, Y. (2022). Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila: Sebuah Orientasi Baru Pendidikan dalam Meningkatkan Karakter Siswa Indonesia. Jurnal Basicedu, 6(4), 7076-7086. Doi: http://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3274.
  • Suryadien, D., Dini, R., & Dewi, A. (2022). Rencana Implementasi Kurikulum Prototipe pada Masa Pandemi Covid-19 di Indonesia. Jurnal PGMI Uniga, 1(1). 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url