Macam-macam Gangguan pada Sistem Pencernaan Makanan


Gangguan Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia – Sistem pencernaan pada manusia meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tekak (faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus.

Sedangkan kelenjar pencernaan terdapat pada kelenjar ludah, lambung, pankreas, dan hati. Setiap sistem pencernaan tersebut bisa saja mengalami gangguan yang disebabkan oleh berbagai hal.

Artikel ini akan mengulas terkait dengan gangguan sistem pencernaan makanan pada manusia. Pembahasan ini berada pada mata pelajaran IPA kelas XI SMA.

Gangguan Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia

Gangguan sistem pencernaan makanan antara lain sebagai berikut.

1. Sariawan (Stomatitis Aftosa)

Sariawan merupakan luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung.

Sariawan dapat disebabkan karena tergigit, mengonsumsi makanan/minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kebersihan mulut tidak terjaga, kelainan pencernaan, faktor fisiologi, atau kondisi tubuh yang tidak fit.

2. Konstipasi (Sembelit) & Obstipasi (Konstipasi Parah)

Pengerasan tinja yang berlebihan sehingga sulit buang air besar. Hal tersebut dapat disebabkan oleh makanan yang kurang berserat (buah dan sayuran), atau defekasi yang ditunda terlalu lama.

3. Gastritis (Radang Lambung)

Gastritis adalah peradangan pada lambung yang menyebabkan sakit, mulas, dan perih. Gastritis dapat disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, makan tidak teratur, mikroorganisme, mengonsumsi obat-obatan tertenu, alkohol, pola tidur yang tidak teratur, dan stres.

4. Diare

Diare adalah gangguan berupa feses berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali dalam 24 jam.

Diare dapat disebabkan oleh mikroorganisme, alergi (fruktosa dan laktosa), kelebihan vitamin C, atau mengonsumsi alkohol dan buah-buahan tertentu.

5. Pankreasitis

Radang kelenjar pankreas dapat disebabkan oleh batu empedu dan konsumsi alkohol yang berlebihan.

6. Apendisitis

Apendisitis adalah peradangan apendiks (umbai cacing) akibat penyumbatan oleh bahan tinja yang mengeras dan tersangku di dalam apendiks yang berakibat pembengkakan dan terisi pus (nanah) atau jaringan mati.

7. Malnutrisi

Keadaan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi.

8. Malabsorpsi

Penyerapan nutrisi yang buruk dari saluran pencernaan ke dalam aliran darah sehingga menyebabkan kekurangan gizi.

9. Parositis (Gondongan/Mumps)

Parositis adalah suatu penyakit menular yang menyebabkan pembengkakan kelenjar ludah (kelenjar parotid) pada leher bagian atas atau pipi bagian bawah yang disebabkan oleh virus Paramyxovirus.

10. Peritonitis

Peradangan pada peritoneum (jaringan tipis yang melapisi organ-organ yang terletak di dalam rongga perut). Peradangan dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, bahan kimia iritan, dan benda asing.

11. Kolik Abdomen

Gangguan aliran normal isi usus di sepanjang traktur intestinal, ditandai dengan kram dan nyeri hebat pada perut yang mungkin disertai dengan mual dan muntah. Biasanya disebabkan oleh peradangan.

12. Ulkus Peptikum

Luka (peradangan kronis) pada lapisan lambung dekat duodenum (bagian teratas dari usus halus), disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori.

13. Karies Gigi

Gangguan pada sistem pencernaan makanan yang terakhir adalah karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang merusak struktur gigi, atau gigi menjadi berlubang. Karies gigi dapat disebabkan oleh bakteri penghasil asam.

Sumber

  • Irnaningtyas & Istiadi, Y. (2014). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Penerbit Erlangga. 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url